My Blog

Just another WordPress.com weblog

Archive for the ‘Pepatah humor’ Category

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Posted by Sista pada Oktober 24, 2008

Sila kelima tetaplah “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Kalau engkau jadi pemimpin nanti, jangan pernah bersemboyan “keadilan sosial hanya untuk pendukung saya”, apalagi “keadilan sosial hanya untuk kerabat saya”.

Posted in Pepatah humor | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Badai pasti berlalu

Posted by Sista pada Oktober 24, 2008

Semua Capres berjanji “tak selamanya mendung itu kelabu”. Para Cawapres pun nyanyikan lagu “badai pasti berlalu”. Tepatilah itu agar tak ada senandung lara “pandainya lidahmu memutar balik kata…”.

Posted in Pepatah humor | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Rawe-rawe rantas malang-malang putung

Posted by Sista pada Oktober 24, 2008

Para pendukung Capres-Cawapres silakan bersemboyan rawe-rawe rantas malang-malang putung; kalau jagonya kalah, jangan merusak, ngamuk dan main pentung.

Posted in Pepatah humor | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Ibu Pertiwi

Posted by Sista pada Oktober 24, 2008

Wahai calon pemimpin kami, Ibu Pertiwi sedang bersusah hati.

Air matanya berlinang sebab anak-anaknya lupa daratan.

Hutan, gunung, sawah, lautan, jadi agunan utang.

Kini Ibu sedang lara, janganlah kau menambah dosa.*

* Dengan sepenuh hormat dan maaf kepada pencipta Ibu Pertiwi atas terpelesetnya lagu ini.

Posted in Pepatah humor | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Korupsi sebanyak-banyaknya…

Posted by Sista pada Oktober 24, 2008

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.

Bersakit-sakit dahulu, korupsi sebanyak-banyaknya kemudian….

Posted in Pepatah humor | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Si si si

Posted by Sista pada Oktober 24, 2008

Si si si, capres-cawapres kampanyekan visi misi

Sa sa sa, capres-cawapres tampak sopan berbudi bahasa

So so so, capres-cawapres sepakat menolak “angpao”

Su su su, jangan-jangan… itu hanya isu.

Posted in Pepatah humor | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »