My Blog

Just another WordPress.com weblog

Archive for the ‘Gudang Aneka’ Category

Rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FIB

Posted by Sista pada Februari 3, 2009

Berkaitan dengan rencana para Blogger Indonesia membentuk organisasi dan saat ini sedang dalam persiapan penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), berikut ini saya sampaikan Rancangan tersebut (RAD/ART). Baca entri selengkapnya »

Posted in Dokumen | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , | 17 Comments »

Solo Intrigue (11): Akankah Huru-hara Solo Terulang Lagi?

Posted by Sista pada Januari 17, 2009

Krisis ekonomi 1997 telah menyebabkan adanya ketidakpercayaan kepada pemerintah. Dampak dari depresiasi rupiah yang tinggi telah menyebabkan harga-harga kebutuhan pokok meningkat semakin tinggi dan ada kekhawatiran terjadinya kelangkaan. Situasi ini mengundang aksi mahasiswa Surakarta dari organisasi intra dan ekstra kampus untuk melakukan demonstrasi. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dokumen, Geger Kraton Solo | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Solo Intrigue (10): Geger Anti-Cina di Era Kemerdekaan

Posted by Sista pada Januari 17, 2009

Peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru ditandai dengan adanya peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang ditulis beberapa sejarawan sebagai didalangi oleh PKI. Gerakan yang didalangai oleh PKI baik dari sayap militer maupun sipil itu telah membunuh beberapa Jenderal di Jakarta pada tanggal 30 September 1965. Mereka berhasil menguasai RRI dan mengumumkan gerakan makarnya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dokumen, Geger Kraton Solo | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Solo Intrigue (9): Pembunuhan Di Mana-mana

Posted by Sista pada Januari 17, 2009

Pada awalnya, begitu mendengar pengumuman tentang kemerdekaan RI, pemimpin Mangkunegaran yakni Mangkunegara VIII dan Susuhunan Sala (Pakubuwana XII) mengirim khabar dukungan ke Presiden RI Soekarno dan menyatakan bahwa wilayah Surakarta (Mangkunegaran dan Kasunanan) adalah bagian dari RI. Sebagai reaksi atas pengakuan ini, Presiden RI Soekarno menetapkan pembentukan Propinsi Daerah Istimewa Surakarta (DIS). Baca entri selengkapnya »

Posted in Dokumen, Geger Kraton Solo | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Solo Intrigue (8): Pro-kontra Swapraja

Posted by Sista pada Januari 17, 2009

Intrik, konspirasi dan ketegangan social di Solo sejak era Panembahan Senopati terus berlanjut hingga era kemerdekaan. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, status daerah kerajaan di Surakarta ditetapkan oleh Presiden sebagai daerah istimewa. Bahkan pada tanggal 19 Agustus 1945 berdasarkan piagam Penetapan Presiden, Pakubuwono XII dan Mangkunegoro VIII ditetapkan sebagai Kepala Daerah Istimewa Surakarta. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dokumen, Geger Kraton Solo | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Solo Intrigue (7): Sumpah Setia Mas Said

Posted by Sista pada Januari 17, 2009

Akhrinya, RM Said bersumpah setia kepada Surakarta, Yogyakarta, dan VOC. Sebagai imbalannya, dia mendapat tanah berikut 4000 cacah dari Pakubuwono III dan bergelar menjadi Pangeran Adipati Mangkunegara I, namun tidak mendapatkan apa-apa dari Hamengkubuwono I. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dokumen, Geger Kraton Solo | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Solo Intrigue (6): Mataram Pecah menjadi Dua

Posted by Sista pada Januari 17, 2009

Pada tahun 1748, Mangkubumi dan Raden Mas Said menyerang Surakarta kendati tidak berhasil merebut kota itu. Pada saat itu pasukan VOC dan Kerajaan dalam keadaan lemah, sehingga tidak dapat mengalahkan pemberontak dan hanya dapat bertahan di Ibu Kota Negara.
Di tengah pemberontakan itu, pada penghujung 1749, Pakubuwono II jatuh sakit. Gubernur Jenderal VOC yang baru yakni Von Hohendorff (1748-54), utusan VOC yang membantu Pakubuwono II merebut kekuasaannya kembali di Kartsura, berangkat ke Surakarta untuk mengawasi berlangsungnya pergantian kekuasaan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dokumen, Geger Kraton Solo | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Solo Intrigue (5): Terusirnya Mas Said

Posted by Sista pada Januari 17, 2009

Di luar aspek-aspek spiritual, pemilihan Desa Sala juga mengandung aspek strategis geografis. Tampaknya dari pihak VOC mempunyai visi yang cukup jelas tentang sebuah ibu kota negara yang baru yakni harus dekat dengan sungai besar sebagai sarana transportasi. Usulan pertama adalah untuk ibu kota baru adalah daerah Tingkir (Salatiga) yang dekat dengan Sungai Tuntang yang mengalir dari Salatiga ke Demak. Pilihan kedua adalah Bengawan Sala yang berhulu di Pegunungan Seribu (Wonogiri) mengalir dari selatan ke utara sampai ke Bojonegoro dan Surabaya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dokumen, Geger Kraton Solo | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Solo Intrigue (4): Keraton Porak Poranda

Posted by Sista pada Januari 17, 2009

Secara kebudayaan, kemenangan politik Tionghoa di Kartosuro itu semakin menorehkan luka bagi orang Jawa. Raja dan Kerajaan merupakan simbol penting masyarakat Jawa pada masa itu yang berhasil dikalahkan oleh orang Tionghoa.

Kemenangan Mas Garendi merupakan pengulangan sejarah di mana muncul raja yang didukung oleh orang-orang Tionghoa. Sebelumnya pernah ada raja dari keturunan Tionghoa-Jawa yang bernama Raden Patah yang berhasil mendirikan Kerajaan Demak dan mengalahkan Kerajaan Majapahit. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dokumen, Geger Kraton Solo | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Solo Intrigue (3): Kemunculan Sunan Kuning

Posted by Sista pada Januari 17, 2009

Tanggapan terhadap pembantaian orang-orang Tionghoa juga ditunjukkan oleh Pakubuwono II. Banyak yang menganggap bahwa Keraton Mataram ini memanfaatkan konflik VOC dengan Tionghoa. Namun jelas bahwa dalam konteks keberanian melawan penjajah, respons Pakubuwono II ini merupakan langkah positif. Dan ini mungkin juga salah satu bentuk solidaritas Raja Mataram terhadap kelompok Tionghoa. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dokumen, Geger Kraton Solo | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »