My Blog

Just another WordPress.com weblog

Saya bukanlah pakar…..

Posted by Sista pada Februari 18, 2009

Banyak teman di blog ini maupun di forum website kicaumania.org menganggap saya sebagai pakar dalam perburungan. Pasalnya, saya sedemikian cepat dalam menjawab berbagai persoalan burung yang bahkan saya sendiri belum pernah melakukan perawatan burung seperti itu.
Saya sering kikuk karenanya, tetapi karena masih juga banyak yang beranggapan demikian, makanya saya terima sajalah… begitu saja kok repot ya….
Untuk diketahui, sebenarnya saya hanyalah penghobi burung biasa yang banyak gagal dalam merawat burung maupun dalam penangkaran. Karena berbagai kegagalan itu, maka saya selalu penasaran untuk mencari jawabnya ke para penghobi burung lain atau juga ke para penangkar yang tersebar berserak di Solo dan sekitarnya.

Tetapi alih-alih saya bisa merawat burung dengan bagus, eh malah saya sudah jenuh bermain burung secara langsung. Kalaupun ada beberapa burung di rumah sekarang ini, yang banyak merawat malah orang rumah. Saya ke mana? Lha asyik ngobrol dengan Anda seperti inilah hehehe….

Dari suka ngobrol
Juga, karena kebetulan profesi saya dulu adalah jurnalis, saya punya hobi ngobrol dan menuliskan apa yang jadi topik obrolan.
Dari tulisan saya itu, orang kemudian bertanya kepada saya mengenai pernak-pernik soal burung. Makin lama pertanyaan “makin berat”. Hal itu membuat saya penasaran dan selalu ingin mencari jawaban.

Mulailah saya menggali apa yang pernah saya lakukan dulu dengan burung2 saya, dan juga terutama sekali, menggali ilmu dari para penghobi dan penangkar di berbagai tempat.
Mulailah saya memahami berbagai karakter burung berdasar tuturan para kicaumania di berbagai tempat itu, dan meng-cross-check-kan dengan pengalaman saya selama ini, tentang bagaimana merawat burung “secara baik dan benar”.
Akhirnya, karena senang “mencari” dan memberikan solusi ke teman2 lain, jadilah saya nyaris hapal dengan apa yang pernah saya sampaikan.
Nah, karena persoalan burung sebenarnya berkutat pada masalah yang hampir sama, maka saya selalu lancar memberikan jawaban meski tidak semuanya memuaskan para penanya. Hal itu tentunya mohon dimaklumi karena bagaimanapun juga, satu burung dengan burung lain pada dasarnya mempunyai karakter dan keunikan sendiri. Dengan demikian, meski persoalan yang muncul adalah sama, jawabannya belum tentu bisa dipakai secara universal.
Meski demikian, banyak juga yang berhasil mengatasi persoalan burung mereka atas dasar jawaban dari saya. Bukan hanya penghobi biasa, bahkan beberapa penangkar sering “berkonsultasi” dengan saya dan mereka sukses mengembangbiakkan tangkarannya.
Kelebihan saya dibanding para penghobi burung dan penangkar pada umumnya adalah bahwa saya mengumpulkan “semua pengalaman mereka” menjadi semacam “kamus di dalam kepala saya”, sementara penghobi lain dan penangkar hanya “mengumpulkan pengalaman mereka sendiri-sendiri”. Jadi tidak mengherankan kalau akhirnya saya menjadi “narasumber” untuk keperluan mereka.
Apa yang sata dapat dari “memberikan konsultasi” itu? Teman… itu pasti. Dan hal lainnya adalah bahwa pengetahuan saya tentang hal umum seputar perawatan burung bukan semakin berkurang, malah semakin bertambah.

Pertanyaannya, apakah saya memang bisa merawat burung juga bisa menangkar burung? Jawabannya bisa saya katakan “Tidak”. Tidak dalam artian bahwa saya tidak punya hal yang paling penting untuk dimiliki penghobi burung: kesabaran dan ketelatenan.
Seandainya saya punya kesabaran dan ketelatenan, insyaAllah saya pasti  bisa mengembangbiakkan burung sebagaimana obsesi saya. Faktanya, mereka yang mengikuti apa yang saya katakan, sebagian besar berhasil dengan perawatan dan penangkaran burung mereka.
Pada akhirnya saya harus menerima kenyataan bahwa setiap orang punya makom sendiri-sendiri. Ada yang pintar merawat burung dan ada yang hanya pintar ngomong soal merawat burung. Nah, saya adalah orang yang kedua itu, hehehehe.
Dengan suka menulis di blog ini, saya hanya berharap pengetahuan yang ada di benak saya tidak mengendap sia-sia. Semoga ada teman yang bisa memanfaatkannya dan bisa berhasil dalam perawatan burung dan juga penangkaran.
Salam…

3 Tanggapan to “Saya bukanlah pakar…..”

  1. nanang said

    weleh…si Bos ini sukanya cuman merendah aja, btw emang bnr kalo setiap org itu py kelebihan di bidangnya msg2 kok, jd jgn suka menyombongkan diri, pamer n segala macem2-nya.
    contoh sederhana sy dulu jg gt, blm ada ilmu n pengalaman, udah koar2, lagaknya kyk org pinter aja (tp bkn dukun😀 lho)
    suka pamer py byk jagoan, tp ternyata cmn burung bakalan aja hehehe
    segala macem jenis dipelihara, jangankan jd bgs, malah satu demi satu mati sengsara krn krg perawatan,
    monggo dilanjut…

  2. Budi said

    Wah, sang pakar lagi merendah nih….
    Mas, kalo menurut saya, kenapa ga dibukukan saja tu kumpulan pengalaman Mas Duto? Kan sekarang banyak penerbit buku, lumayan tuh royaltinya…he he he (tapi yang jelas bisa berbagi ilmu dan bisa membantu orang), apalagi sebagian besar penghobi burung udah percaya ama yang dikatakan Mas Duto, ditambah lagi kemampuan menulis yang dimiliki Mas Duto (yang punya basic jurnalistik), pasti tambah paten. Serius loh Mas, biar orang KM pada beli buku Mas Duto (sebagai buku panduan)…hehehe

    Jawab:
    Walah Om, ilmu burung saya dapat juga free kok heheh. Sekarang saya beri free saja dulu ah….
    Paling banter nanti saya mau bikin web yang bisa untuk “jualan”..entah apa begitu… hehehehe.
    Salam Om….

  3. Rifky said

    om, balas dong….,
    saya pemula di burung
    kerjaan hari-hari motret di DPP PKB, partainya Gus Dur om, semula kawal beliau motret tour luar kota, kadang ada yang kasih burung , karena Gus DUr juga kolektor burung, paling banyak adalah MB , Cucak Rawa.

    BTW, Om…, aku ngefans abis dengan kenari, harga mudah terjangkau suaranya mantap.
    1. Cari kenari kontes di mana? Kenari F1 atau F2 itu apa?
    2. Sekarang lg ternak om sepasang, persoalannya adalah aku belum tau mana cw /lk , akau percaya saja kata kwn yg satu pr dan satu lagi laki
    3. lama g y nelurnya?
    4. kalau pr bunyai nyerintil g om? manggung gitu seperti yang laki.

    Jawab:
    Eh, iya, kok alamat webnya dpp.pkb.org? Karena ikut Gus Dur jadinya nggak akrab ya sama Muhaimin Iskandar? Hehe kalau ketemu, salam saja dari Duto, dulu sefakultas ketika masih kuliah. Dia angkatan 84 saya 83 tetapi jurusan berbeda… ya kalau masih mau ngenal-lah..kalau enggak ya nggak apa-apa… sekadar say hello silaturahmi…
    Untuk Gus Dur, apa sudah lama Om gabungnya? Dulu waktu beliau mampir ke SOLOPOS Solo ikut enggak? Kalau ikut pasti ketemu kita, ya saat itu saya sekadar sebagai tuan rumah (masih GM di SOLOPOS FM). Rombongan Gus Dur dikawal teman2 PKB Solo seperti Mas Husein Shifa, Moh Toha dll.
    Eh malah nglantur….
    1. Ini menjwab pertanyaan Om yang pertama tentang cari kenari kontes… (pertanyaan saya jadikan satu di sini)…: Di Jakarta juga ada kok Om…apa mau di Solo hehehe. Coba lihat itu halaman Pasar Burung, siapa tahu ada yang cocok.
    F1 itu anakan indukan jenis tertentu dengan jenis tertentu lainnya. Kalau untuk kenari misalnya, maka yang disebut F1 itu bisa anakan antara Yorkshire (YS) dan Lizard, atau YS dan colorbred dll. Nah, kalau anakan itu (F1) dikawinkan lagi dengan jenis yang sama dengan indukannya (entah jantan atau betinanya), maka lahirlah F2 dst…
    2. Bedakan KN co-ce? Coba deh lihat di kategori kenari, sudah pernah saya tulis. Atau juga di tempat curhat problem burung.
    3. Asal sudah dewasa dan birahi juga sehat, betina pasti segera nelur.
    4. Pertanyaan nomor empat saya enggak tahu maksudnya apa…. mohon diperjelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: