My Blog

Just another WordPress.com weblog

Daerah luapan banjir meluas

Posted by Sista pada Februari 3, 2009

Lumajang (Espos)  

Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat daftar daerah yang diterjang banjir bertambah, setelah sebelumnya bencana banjir terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. 

Sementara itu banjir di Jember dilaporkan meluas, sementara kondisi korban banjir juga mulai terserang penyakit. Hal sama terjadi di Bojonegoro. Menyusul banjir di Jember dan Bojonegoro, giliran salah satu kabupaten di Jawa Timur, yaitu Lumajang, diterjang banjir. Sedikitnya 1.767 rumah pada dua desa di Kecamatan Rowokangkung terendam air akibat hujan terus menerus sejak Minggu (1/2) hingga Senin (2/2) dini hari. Aktivitas warga di dua desa tersebut lumpuh total. Ketinggian air yang merendam dua desa di Kecamatan Rowokangkung itu satu meter hingga satu setengah meter. Banjir tidak hanya merendam ribuan rumah warga.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Lumajang, Wisu Wasono Adi, sebagaimana dikutip dari tempointeraktif.com, Senin mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut yang melanda dua desa tersebut.

Di Cilacap, ratusan jiwa diungsikan menyusul banjir yang melanda sejumlah kecamatan, antara lain di Kecamatan Majenang, Cimanggu dan Wanareja. 

Camat Majenang, Heru Susedyono, Senin mengatakan, sekitar 800 warga dari tiga desa di Kecamatan Majenang yakni Desa Mulyadadi, Pahonjean, dan Mulyasari diungsikan.

”Sebanyak 700 jiwa dari Desa Mul-yadadi dan Pahonjean, kami ungsikan ke rumah panggung dan 100 orang warga Desa Mulyasari diungsikan ke Gedung Olah Raga Mulyasari,” katanya. Evakuasi dilakukan menyusul tingginya air yang mencapai 1 meter.

Bencana banjir juga melanda wilayah Bali bagian utara. Hujan yang terjadi sejak Minggu malam masuk ke rumah-rumah penduduk. Genangan yang tergolong cukup parah bahkan hingga memutus jalan raya sepanjang kurang lebih satu kilometer terjadi di daerah Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Jalan raya di pinggiran pantai utara Bali yang menghubungkan Kota Singaraja dengan Amlapura, Kabupaten Karangasem, terputus setelah tergenang banjir yang disertai lumpur sedalam kurang lebih 40 cm. Made Darsana, tokoh masyarakat Tejakula, mengatakan, genangan yang terjadi kali ini tergolong cukup parah dibandingkan dengan bencana serupa tahun-tahun sebelumnya.

Di Malino, Sulawesi Selatan (Sulsel), bencana banjir disertai tanah longsor telah menelan korban jiwa. Tanah longsor terjadi di Malino Kabupaten Gowa yang menewaskan satu orang. Sedangkan seorang lainnya dilaporkan tewas terseret banjir Sungai Pappa di Kabupaten Takalar pada Minggu. 

Di Makassar, ratusan warga korban banjir di RW III, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, hingga kini masih mengungsi. Banjir yang berlangsung sejak Minggu masih menggenangi rumah setinggi satu meter. Bahkan banjir di Blok J di Bumi Tamalanrea Permai, menelan satu korban tewas tenggelam, yakni Fahmi Ismail, 16.

Tenggelam

Kepala Kepolisian Sektor Tamalanrea, Ajun Komsaris Polisi Rosmina, mengatakan, siswa kelas dua SMA 21 Makassar ini tenggelam sekitar pukul 15.00 Wita di areal persawahan yang masih tergenang banjir yang terletak di Blok J BTP. Awalnya korban bersama empat temannya yang pulang dari sekolah ingin bermain-main air yang menggenang. Mereka hendak memancing dengan menumpangi rakit yang terbuat dari batang pisang, namun rakit terbalik. Korban terjatuh dan tenggelam. ”Ketinggian genangan air mencapai dua meter,” katanya.

Sementara itu, menurut data Dinas Sosial dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Sulsel, daerah yang cukup parah dilanda banjir antara lain Kota Makassar, Gowa, Maros, Takalar, Pangkep, Jeneponto, dan Luwu Utara. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) wilayah IV Makassar memperkirakan hujan di wilayah Sulsel akan berlangsung hingga April 2009. 

Wilayah lain yang juga terkena bencana banjir adalah Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sedikitnya 3.330 rumah yang dihuni 13.330 jiwa terendam air. Ini terjadi di Kecamatan Kurau, Kecamatan Bati-Bati, dan Kecamatan Bumi Makmur. Banjir disebabkan hujan lebat yang turun sepanjang Minggu malam hingga Senin. Kedalaman banjir di tiga kecamatan tersebut berkisar antara 0,5 meter hingga satu meter. Kasi Kesiapsiagaan dan Bantuan Sosial Bidang Bansos, Dinas Sosial Kalimantan Selatan, Achmadi, Senin mengatakan, saat ini ribuan masyarakat korban banjir tersebut masih bertahan di lokasi banjir.

Pada bagian lain, banjir yang telah beberapa hari melanda Jember memaksa sedikitnya 1.206 warga di Desa Kraton dan 1.742 warga Desa Paseban bertahan di Posko penampungan. Luapan air dilaporkan semakin meluas dan merendam 402 rumah warga. Sebelumnya hanya sekitar 255 rumah yang dilaporkan terendam.

Korban banjir di Jember dilaporkan mulai terserang berbagai penyakit, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), gatal-gatal, diare dan demam. Di Posko kesehatan yang terletak di Balai Desa Kraton tercatat sedikitnya 98 warga yang sudah rawat jalan, pada Senin siang, meskipun balaidesa tersebut juga tergenang banjir hingga 0,5 meter. 

Laporan terakhir dari Bojonegoro juga menyebutkan, banjir semakin meluas. ”Di daerah Ngawi, kemarin malam terjadi hujan deras mengakibatkan bertambahnya air banjir,” kata petugas piket banjir Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Suyono, kepada Senin pagi.

Di Bojonegoro, genangan air banjir merendam ribuan hektare areal pertanian, selain ribuan pemukiman warga di sedikitnya 49 desa yang tersebar di 13 kecamatan di antaranya mulai Kecamatan Margomulyo, Padangan, Puswosari, Kalitidu, Trucuk, Kota, Balen, Kapas, Kanor dan Baureno. – Oleh : Ant/dtc

Sumber: SOLOPOS.CO.ID

 

Satu Tanggapan to “Daerah luapan banjir meluas”

  1. wbio said

    perlu dikaji lagi tentang upaya penangulangannnya

    kalo perlu bukan hanya jangka pendek, namun jangka panjang yang bersifat penyelamatan lingkungan biar tidak banjr lagi

    heuheue
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: