My Blog

Just another WordPress.com weblog

Hujan tiada henti, air pun tumpah ruah…

Posted by Sista pada Januari 31, 2009

Jumat (30 Januari 2009) siang sehabis Salat Jumat, saya menunggu kedatangan teman kicaumania, Mas Achmad Nasikun. Kawan yang punya keahlian membuat sangkar burung ini janji mampir ke rumah. “Maaf Pak, saya kehujanan di jalan,” begitu SMS yang dia kirim ke HP saya.

Saya heran, sebab di Kartosuro, tempat tinggal saya, terang benderang. Tetapi saya lihat memang awan di sebelah timur di atas Kota Solo, menggantung hitam. Tak berapa lama kemudian, Mas Achmad datang. Ternyata dia baru saja mengambil pesanan ukir kayu bahan sangkar.

Belum lama kami ngobrol, bresssss…. hujan datang. Padahal saya baru saja mengeluarkan pentet ke teras agar berangin-angin di gerahnya sore itu. Sebentar ngobrol, udara sudah terasa dingin karena hujan kemudian mengguyur dengan derasnya. Saya lihat pentet di teras terlihat gelisah. Kedinginan. Maka saya angkat dia masuk ke dalam rumah.

Kami ngobrol ngalor ngidul. Ternyata hujan yang turun sejak sekitar pukul 15.00 di daerah Kartasura, tak juga reda sampai sekitar pukul 17.00. “Sudah tiduran saja dulu di sini, nanti kalau hujan reda baru pulang,” kata saya ke Mas Achmad yang berumah di Sumber, Solo, itu. Jadilah Mas Achmad tiduran di kursi ruang tamu… sampai sekitar pukul 21.00!!

Saat dia bangun, hujan masih mengguyur. Ngobrol naglor ngidul pun berlanjut. “Wah Solo pasti banjir nih,” kata saya yang di-iyakan dengan pasti oleh Mas Achmad.

Tak berapa lama kemudian, hujan mulai reda. Mas Achmad pun pamitan. “Hati-hati di jalan ya, banjir sepertinya,” kata saya.

Pagi harinya, saya baca SOLOPOS, yah…headline-nya memberitakan banjir yang melanda…”Solo banjir, warga mengungsi”.

Berita yang ditulis Tim Espos itu selengkapnya, seperti ini:

Hujan yang mengguyur wilayah Soloraya, Jumat (30/1) sore hingga malam mengakibatkan banjir. Puluhan wilayah tergenang, ratusan warga mengungsi.

Berdasarkan pantauan Espos, hingga Sabtu (31/1) dini hari, banjir merata di semua wilayah Solo. PLN memadamkan aliran listrik di wilayah yang terkena banjir. Di Solo bagian barat banjir terjadi di Pajang, Laweyan, Baron hingga Tipes. Di Pajang, Laweyan, banjir setinggi dua meter menerjang wilayah RW X, RW XIV Griyan, Pajang.

Demikian halnya di RT 1dan RT 2/RW I Kelurahan Laweyan, banjir menggenangi puluhan rumah yang ada di wilayah itu. Warga menyebut banjir Jumat malam, merupakan banjir terbesar sejak 30 tahun terakhir. ”Ini seperti siklus 30 tahunan. Sejak pukul 19.00 WIB air sudah mulai naik, karena Kali Jenes meluap. Hingga pukul 23.00 WIB banjir sudah sampai meteran listrik sehingga aliran listrik satu kampung dimatikan,” ujar Supriyanto, warga RT 8/RW X Pajang.

Hingga berita ini diturunkan air belum surut. Warga pun mengungsi ke tempat yang lebih tinggi termasuk barang-barang berharga milik mereka ikut diungsikan.

Apriyanto, RT 01/RW XIV Pajang mengatakan sejak pukul 18.00 WIB air terus naik, hingga malam ketinggian telah mencapai dua meter. Sebanyak 73 unit rumah di RT 01 tergenang air demikian halnya 70 unit rumah di RT III. ”Ini banjir terbesar sejak tahun 1992. Warga sudah pada mengungsi.”

Air juga menggenangi ruas-ruas jalan di kawasan Baron dan Tipes. Jl dr Radjiman mulai Baron hingga perempatan Pasar Kembang ditutup karena tergenang air. Di Baron ketinggian air yang menggenangi rumah mencapai dagu orang dewasa. ”Banjir terjadi di RW V, VI, VII warga sudah diungsikan,” jelas Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo (Rudy).

Di Baron RT 3/RW V Bumi, Laweyan, sebanyak 41 unit rumah tergenang air. Satu rumah milik Wakidi, warga RT 3/RW V bahkan ambruk karena terjangan air. Warga menyebut banjir yang terjadi di wilayah itu terbesar sejak 1980.

Banjir juga terjadi di Sumber, Kadipiro, Nusukan, Banjarsari. Luapan air Kali Komplang menggenangi rumah warga yang ada di sekitar sungai. Pengurus LPMK Kadipiro, Baihaki, mengatakan ketinggian air di Plelen RT 5/RW V Kadipiro telah mencapai satu meter dan menggenangi rumah warga. Demikian halnya di kawasan Banyuanyar air telah mencapai satu meter.

Ny Taripan, warga RT 01/RW V Sumpringan, Nusukan, mengatakan puluhan rumah warga terendam banjir setinggi satu meter, warga telah mengungsi ke rumah-rumah tingkat milik tetangga mereka. ”Ini banjir terbesar dalam lima tahun. Sebelumnya tidak pernah separah ini,” tukas dia.

Luapan Kali Anyar depan Terminal Tirtonadi menggenangi perumahan yang ada di kawasan itu. Demikian halnya jalan protokol Kota Solo, Jl Slamet Riyadi tak lepas dari genangan air mulai dari Pengadilan Negeri (PN) Solo hingga perempatan Hotel Novotel ketinggian air mencapai 50 cm.

Penyelamatan

Di kawasan Solo bagian timur, sejak pukul 22.00 WIB, rumah warga di kawasan Jagalan, Kampung Sewu, Pucangsawit, Jebres, Gandekan, Sangkrah, Semanggi, Joyotakan yang merupakan daerah langgaran banjir, juga terendam air. Ketinggian air berkisar satu hingga dua meter. Ratusan warga juga telah diungsikan ke tanggul dan Posko yang telah didirikan, baik di kantor kelurahan maupun rumah warga yang tak tergenang. ”Warga sudah diungsikan di Posko Gandekan. Puluhan rumah tergenang air setinggi satu setengah meter,” sebut warga Gandekan YF Soekasno.

Di Semanggi, Pasar Kliwon, menurut anggota tim tanggap bencana Kelurahan Semanggi, Syahrir Rozie, hujan lebat menyebabkan sebagian wilayah Semanggi tergenang. Di antaranya, kawasan RW XII, RW IV, RW V dan RW XXVII.

Sementara di Joyotakan, Serengan, dilaporkan permukaan air di Kali Prewulung telah meluber. Ny Suwardi, isteri Ketua RW VI Joyoyakan mengatakan puluhan rumah sejak pukul 22.00 WIB tergenang air. ”Posko sudah didirikan di kediaman kami. Warga dan pengurus RW sudah memantau dan berjaga-jaga,” jelasnya.

Ketua Penanggulangan Bencana Kota Solo yang juga Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto, mengatakan pihaknya telah mengirimkan petugas untuk menyelamatkan warga.

Ditambahkan petugas penjaga pintu air Demangan, Ny Waluyo, ketinggian air di bagian dalam pintu air telah mencapai 4,1 meter sementara di bagian luar mencapai 4,09 meter. ”Itu sudah melebihi batas normal. Pintu air ditutup dan kami sudah menyedot air dari bagian dalam pintu yang berasal dari sungai-sungai di dalam kota,” ujarnya.

Sementara, Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) Perum Jasa Tirta I, Suwartono, menyatakan sampai pukul 21.45 WIB, elevasi air di Bengawan Solo Jurug 7,4 m, dengan status mendekati Siaga II. Status menjadi Siaga II jika elevasi mencapai 7,5 m. Sedangkan elevasi Waduk Gajah Mungkur (WGM) masih di bawah normal.

Banjir yang terjadi di Solo hingga Sragen, ujar dia, berasal dari air dari sungai-sungai kecil di bawah WGM. Sedangkan banjir di Sragen berasal dari air dari lereng Gunung Lawu.

Wawali Solo mengatakan pihaknya telah menugaskan warga dan tim Pemkot untuk mendirikan Posko. ”Warga sudah mengungsi. Besok pagi (hari ini-red bantuan akan disalurkan,” jelasnya.

– Di Desa Gambiran, Cemani, Grogol ratusan rumah terendam, ketinggian air 1 meter. Warga diungsikan ke Balaidesa Cemani dan sekitar Batik Keris.

– Di Kecamatan Kartasura, ratusan rumah warga Desa Ngadirejo, Gembongan, Gonilan, Singopuran dan Pabelan terendam air, ketinggian mencapai 1,5 meter.

– Di Grompol, Kebakkramat, Karanganyar, ketinggian air di jalan mencapai ketinggian 70 cm. Terjadi kemacetan hingga 3 km.

– Di Kecamatan Gondangrejo, Colomadu, Kebakkramat, Jaten dan Tasikmadu, ratusan rumah terendam, ketinggian 1,5 meter. 425 Keluarga diungsikan.

– Ruas jalan Solo-Sragen, tepatnya di Kecamatan Sidoharjo ditutup karena banjir dan dialihkan melalui jalur alternatif yakni Kebakkramat-Mojogedang-Batujamus.

– Di Teras dan Sawit, Boyolali, ratusan rumah terendam sejak Jumat sore, ketinggian 1,5 meter.

Satu Tanggapan to “Hujan tiada henti, air pun tumpah ruah…”

  1. OmpuNdaru said

    Wah.. Kasian sekali mas.. Saya turut bersedih atas bencana banjir yang datang tersebut..
    Saya tidak tau pasti lokasinya, mudah-mudahan tempatnya mas tidak terkena banjir yah..

    Salam,
    OmpuNdaru

    Jawab:
    Ya, kebetulan rumah saya nggak kena. Tetapi banyak kawan yang rumahnya jadi korban… Mohon doanya saja semoga semuanya segera pulih seperti sediakala.
    Terima kasih banget Om

    Salam,
    Duto Solo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: