My Blog

Just another WordPress.com weblog

Lagi, soal perbedaan burung jantan dan betina

Posted by Sista pada Januari 20, 2009

Saya mau tanya nih om, tp ini menurut “pandangan” Om Duto sendiri ya, ciri2 AM jantan yg signifikan tuh gmn atau d bagian apa om? Apakah di waktu trotol jg sh keliatan atau justru kalo udah dewasa?

Kata temen saya, yg paling jelas tuh lubang hidungnya yg depan berbentuk lancip atau menyerupai bentuk canary seed, apa benar tuh om? Selain itu apa aja. Mohon penjelasanya ya om.

Salam, Anas

Jawab:

Intinya, selama yang kita bahas adalah burung sexuality monomorphic, maka saya tidak pernah percaya beragam teori tentang jenis kelami burung yang ditilik berdasar penampilan yang terlihat (visibility) tanpa dipegang/diraba atau dibuka di bagian bawah bulu-bulunya.

Jika jantan-betina burung bisa dibedakan berdasar “tampilan yang kelihatan” antara jantan dan betina, maka burung itu disebut dimorphic (a species is dimorphic if the cock is visibly different in color from the hen).

Sebaliknya, adalah monomorphic. Burung yang termasuk dimorphic ini misalnya cucak ijo, tledekan, MB, kacer, gould amadine dll. Untuk LB misalnya, ada yang dimorphic ada yang mono. LB yang dimorphic adalah species Madagascar, Red-faced, dan Abyssinian.

Contoh burung yang monomorphic adalah AM, AK, CR, CJ, kenari dll. Dengan demikian untuk tampilan fisik lain yang katanya “terlihat lebih panjang, lebih lancip, lebih pipih dsb” itu menurut saya sangat relatif.

Karena relatif, kita tidak bisa menjadikannya sebagai patokan untuk orang lain. Bisa saja saya mengatakan, kalau pilih AM jantan itu ya yang “begini-begitu”. Nah, selama yang namanya “begini-begitu” tidak ada ukurannya yang pasti, maka hal itu tidak bisa menjadi patokan yang dijadikan pegangan orang lain.

Dalam membedakan jenis kelamin burung monomorphic dari tampilan langsung tanpa pegang, biasanya “jam terbang” yang berbicara.

Orang yang sudah lama bergulat dengan burung, dia akan mudah bilang ini jantan atau ini betina karena pengalamannya dalam melihat postur burung dengan proporsi tertentu (proporsi adalah “perbandingan” antara bentuk dan besaran bagian tubuh tertentu dengan bentuk dan besaran tubuh tertentu lainnya; dan bukan besaran satu bagian tubuh tertentu saja, misalnya ya hidung menyerupai canary seed dsb itu).

Coba tanya ke mereka yang sudah punya jam terbang cukup dalam perburungan, mengenai ciri-ciri yang dia gunakan sebagai patokan menentukan jantan atau betina, maka dia tidak bisa menjelaskannya secara rinci. Mengapa? Ilmu yang belum “terkodifikasikan” di benak dia, memang tidak bisa diomongkan/didefinisikan secara pasti melalui tuturan kata-kata. Maka singkat kata, kalau ditanya mengapa bisa mengatakan jantan atau betina, dia akan bilang, “Ya feeling aja sih.”

Kalaupun dikejar lebih jauh, ya bisa saja dia bilang “kakinya terlihat panjang, hidungnya mancung, kulitnya putih dsb,” hehe.

Nah, dalam kaitan inilah meskipun saya secara sekilas lihat mungkin sudah bisa mengatakan apakah burung tertentu itu jantan atau betina, tetapi karena semua berkaitan dengan masalah “ukuran” yang relatif, lebih baik saya tidak menyampaikannya karena hanya akan membuat bingung.

Kalau memang ingin memastikan apakah burung monomorphic tertentu itu jantan atau betina, kalau “feeling-nya” belum jalan yang bisa dijadikan pegangan ya langsung pegang itu burung.

Untuk burung muda (trotol), di pangkal lidah yang bercabang menghadap ke belakang, kalau jantan berwarna gelap/hitam; kalau warna merah jambu atau terang berarti betina.

Untuk burung dewasa, kalau dua supit urangnya keras dan sela di antara dua supit urang tidak bisa direngganggkan, berarti jantan. Kalau bisa direnggangkan, berarti betina.

Untuk kenari dan beberapa burung jenis finch tertentu, kalau duburnya menonjol dan membentuk sudut ke arah depan, berarti jantan. Kalau rata atau menonjol tetapi tidak membentuk sudut, berarti betina.

Untuk betina kenari yang dalam kondisi siap kawin (birahi), malah duburnya kelihatan sekali memerah.

Bagaimana Om?

Coba saya menjawab oh kakinya panjang, bulu berwarna gelap, muka putih dan mulus, mata menonjol dsb… maka Om pasti akan bertanya lagi “berapa cm?”, “gelap itu campuran warna hitamnya berapa persen dan putihnya berapa persen?’, “kalau mata menonjol itu, tonjolannya berapa mm?”,  “kalau bulunya  putih dan mulus itu, sama Luna Maya putih dan mulus mana”, waduhhhh kan malah tambah puyeng…

Biar enggak puyeng, ya itulah jawaban saya.

Salam enjoy saja (bukan iklan lho),

Duto Solo

Satu Tanggapan to “Lagi, soal perbedaan burung jantan dan betina”

  1. oye said

    om duto mau share lagi nih …..baru2 ini saya beli di anis merah trotolan (ada ring/cincinnya, jaminan bila betina dapat dikembalikan),yang ciri2 fisiknya dapat dikatakan sebagai burung jantan,pagi2 saat memberi pakan saya perhatikan burung tersebut sayapnya ngeper2 sambil ngecrit….ada yang bilang ciri2 tersebut adalah burung betina….mohon bantuan penjelasannya om duto terima kasih???

    Jawab:
    AM ngecir bukan pertanda betina. Banyak jantan yang juga ngecir….apalagi masih anakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: