My Blog

Just another WordPress.com weblog

Jenis kacer, asal dan jenis kelaminnya

Posted by Sista pada Januari 16, 2009

Salam kenal Om Duto, saya ingin memeliara kacer om. tapi saya belum pernah pelihara burung sebelumnya jadi NOL tentang dunia burung.yang saya mau tanya.
1. apa saja sich jenis kacer?
2. yang paling bagus tuh jenis apa yah om?
3. bagaimana cara bedain jantan atau betina pada kacer, pa benar kata orang jantan atau betina juga bisa ngoceh?
trims

Jawab
Waduh, pertanyaannnya sedikit tetapi njawabnya yang harus berpanjang lebar. Tetapi singkat kata, kacer apa yang Anda maksud?
Apakah jenis kacer anis atau kacer dalam pengertian kacer seperti kacer hitam?
Untuk jenis anis, ya ada anis merah (di jawa disebut cerbang atau kacer abang), anis kembang, anis cendana, anis macan dsb.
Untuk jenis kacer hitam, ada kacer hitam dan kacer poci.
Kalau Anda betul pemula, saya sarankan beli kacer hitam atau kacer poci saja. Selain mudah perawatannya, cepat bunyi dan gacor, maka untuk membedakan jantan atau betina lebih mudah. Yang jantan, pada warna hitam terlihat berkilau, legam. Untuk cewek, hitamnya kusam dan cenderung berwarna abu-abu.
Beli saja kacer hitam yang sudah bunyi meski belum variatif tetapi berarti dia sudah relatif tidak takut orang. Jangan beli burung bakalan yang takut orang meskipun Anda ditawari dengan harga murah. Malah bikin stress.
Untuk referensi, bisa baca postingan saya. Klik di sini saja.
Begitu Om?
Salam,
Duto

3 Tanggapan to “Jenis kacer, asal dan jenis kelaminnya”

  1. prayudha said

    om saya mo tanya saya punya burung kacer hitam… tapi kok kakinya budukan ya… seolah olah dia itu kesakitan kalo bertengger di palang sangkar… gimana ya ngatasinya?… kalo kata temen saya kok di kasih salep 88 apa itu sejenis jamur ya?…mohon bantuannya… karena kyknya kok malas makan tuh… balas di email saya ya om makasih…

    Jawab:
    Saya tidak yakin kalau itu adalah bubulan seperti bubulan pada kenari. Kalau bubulan pada kenari bisa diberi salep kulit.
    Kaki berkerak pada kacer biasanya karena kacer tersebut jarang madi di karamba sehingga kakinya tidak pernah terkena air dalam waktu agak lama. Itu juga menandakan kacer tersebut umurnya sudah relatif tua. Kaki berkerak membuat burung sulit bergerak lincah dan merasa kesakitan, sehingga nafsun makan berkurang dsb.
    Untuk mengatasi hal itu, biasakan kacer dimandikan di karamba/ kena air sehingga kerak akan berkurang. Cara yang lebih cepat adalah kaki berkerak tersebut dicuci dengan air hangat sambil digosok2 pelan sampai terasa lunak dan bisa dibersihkan. Namun cara ini harus dilakukan hati2 agar burung tidak kesakitan dan malah stres.

  2. nanang said

    Bos, mo tanya lagi boleh gak?
    kalo gak…ya tetep aja mo tanya 😀 hehehe
    Dirmh ada poci trotol, kondisi mulai mabung, yg ke-2, ada bakalan manyar dah lumayan (crecet panjang, keras n tanpa henti)
    Pertanyaanya, apa bisa manyar tsb dijadikan masteran?
    tengkyu banget atas jwb-nya.

    Jawab:
    Saya coba jawab ya, didengarkan apa enggak yang penting saya mau jawab heheheh…
    Jawabannya: Bisa... heheheh…
    (Catatan, manyar muda bagus untuk masteran. Cuma kalau nanti sudah agak tuaan, malah lagu nyrecetnya hilang… berganti suara cierrrrrrrrrrrr… yang juga terdengar tajam untuk isian tetapi biasanya malah kurang “gacor” dalam artian ceriwis ketimbang ketika anakan).

  3. buto said

    met sore om duto…saya kemarin baru dapat kacer muda hutan medan dari teman..yang ingin saya tanyakan
    1. berapa lama biasanya kacer muda hutan bisa berbunyi
    2. bagaimana agar kacer berbunyi pada saat melihat banyak orang disekelilingnya..

    maaf mungkin pertanyaannya basi om(sudh banyak yg nanya) tapi bertanya langsung dan mendapatkan jawaban dari om duto sangat bermanfaat bagi saya yang pemula…

    Jawab:
    Wah lha itu tergantung dari tingkat stress burung. Burung yang masih takut dengan lingkungan manusia nggak mau gacor. Asal burung tersebut tidak stress (sehat mental) maka selama kondisi fisik juga fit dia akan gacor. Coba dijinakkan/dibiasakan dengan orang lalu lalang. Lihat tips-nya dengan mengklik di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: