My Blog

Just another WordPress.com weblog

Tips (lain) mengurangi anis merah birahi secara cepat…

Posted by Sista pada Desember 29, 2008

Biasanya, tips untuk mengurangi birahi AM adalah treatment makanan dan mandi. Itu memang OK, cuma kadang ada yang tidak sabaran.
Ada pengalaman teman saya yang bisa saya sharing untuk teman2, meskipun sebenarnya pernah saya singgung di sini (threat apa, saya lupa).
AM birahi, biasanya galak. Matuk tangan kalau tangan kita masukkan ke sangkar.
Nah, justru ketika kondisi seperti itu, coba masukkan tangan kita secara perlahan ke dalam sangkar. Jangan “ngeget” nanti burung kaget dan takut.
Coba tangan kita hadapkan ke bawah, punggung tangan menghadap ke AM dan dekat2kan secara mennggoda ke AM. Biasanya AM akan terus mematuki tangan sambil kemudian nangkring di atas punggung telapak tangan kita yang kita bengkokkan. Apa yang terjadi kemudian, adalah AM akan membuat gerakan2 seperti kawin (ya “mengawini” tangan kita). Setelah “kelelahan” dia akan berhenti sendiri.
Kalau AM Anda belum terbiasa, memang awalnya akan takut2. Tapi kalau sudah terbiasa…. awas…. jadi ketagihan. Benar kok, kalau nggak “dibegitukan” dia seakan terus ngejar2 kita. Tapi ini, percaya nggak percaya, ini salah satu terapi yang cukup jitu untuk dicoba.
Inti dari tips ini adalah membantu AM untuk ber-onani.
Jadi, birahi memang harus “disalurkan”, sebab dalam kondisi seperti itu, malah menunjukkan bahwa burung kita sehat. Bukan dikurangi EF-nya ataupun diterapi mandi. Boleh dan bisa saja memang, tetapi menurut saya, tips saya ini “lebih alami”.
Bisa dicoba….
Untuk burung jenis lain, mungkin beda pula perlakuannya karena biasanya burung lain punya karakter yang beda, dan biasanya takut dengan tangan majikannya. Untuk kenari, ini juga bisa dicobakan.
Semoga bermanfaat.
Salam,
Duto

2 Tanggapan to “Tips (lain) mengurangi anis merah birahi secara cepat…”

  1. Aulia said

    Om numpang nanya.
    Kemarin dulu saya beli AM yang dah bunyi, dan memang mau bunyi. Tetapi cuma pagi hari jam 3-4 pagi. Setelah itu diam sepanjang hari. Itu pun kalo malem gak di kerodong. Kalo dikerodong gak bunyi sama sekali.
    Padahal pas masih di bakul mau bunyi siang2.
    Apa karena takut sama MB saya yang suka nembak2.
    Malah beberapa hari ini AM saya gak bunyi sama sekali cuma ngeriwik saja. Kalo tak perhatikan kayaknya lagi birahi soalnya suka bawa makanan di paruhnya lama2 (pernah baca salah satu tanda birahi).
    Sebenarnya burung AM itu bunyi karena birahi atau malh gak birahi? Bukannya burung itu kalo birahi malah akan berkicau bwt manggil betinanya?
    Satu lagi AM saya sangat takut kalo liat payung.
    Trims sebelumnya, maaf bila terlalu panjang.

    Salam.

    Jawab:
    Pertanyaan dan jawaban saya tulis di judul tersendiri: “Anis merah bunyi hanya di pagi hari”.
    Cari ya.
    Salam,
    Duto Solo

  2. Budi said

    Wah..wah, salut Mas Duto, tips-nya OK banget. Lucu mas. Meskipun belum pernah saya praktekkan, tapi eksperimen njenengan terhadap burung tu buat saya kagum lho mas, swear..he he.

    Jawab:

    Hehehehe… Tks Om..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: